[REPOST HIPWEE]

MENYESALKU PERNAH MENGENAL PACARAN


Pacaran? siapa sih yang tak mengenal tradisi yang mayoritas dilakukan oleh para anak muda ini, dari balita hingga dewasa kebanyakan dari mereka mengetahui tentang pacaran. Dan saya sendiri sempat mengalaminya untungnya segera sadar bahwa yang dilakukan terdahulu adalah sebuah kesia-sian semata.
Menurut Wikipedia Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.
   Namun, dalam praktek sebenarnya pacaran sering kali diwarnai oleh kejadian-kejadian yang tak sesuai dengan ekspektasi awalnya mulai dari kekerasan, pelecehan, sampai hal-hal yang tak diinginkan lainnya. Bahkan lakon dari pacaran tersebut tak sedikit diperankan anak-anak yang masih dibawah umur dan berseragam sekolah dasar, terkadang miris melihat fenomena yang terjadi di zaman manusia generasi Z ini yaitu manusia yang memiliki rentang kelahiran antara 1995-2010, pada rentang umur tersebut manusia cenderung aktif pada gadget dan media sosialnya sehingga tak heran jika ada anak berumur 8 tahun menulisakan status cinta untuk pasangannya di facebook yang sebenarnya belum pantas dilakukan oleh anak belia tersebut, sebab dunia mereka seharusnya masih diwarnai dengan bermain, tertawa, berimajinasi, dan keingintahuan yang mengarah pada hal positif. Namun, berbeda halnya dengan yang terjadi sekarang mereka malah asyik bergalau ria, memikirkan yang seharusnya belum difikirkan, berdandan layaknya orang dewasa, dan bangga jika berbicara yang tak sesuai dengan umurnya sehingga kebanyakan dari mereka mendewasakan diri sebelum waktunya.

   Berangkat dari kenyataan tersebut, meskipun tak sampai mengalami kejadian ekstrim dalam pacaran namun kalian semua perlu tau bahwa pacaran sebenarnya tak ada berguna, sekaligus berbagi pada semuanya bahwa tidak ada hal positif yang didapatkan dari yang namanya pacaran, banyak hal yang tersia-siakan dan menimbukan penyesalan di kemudian.

1. Pacaran bukan sarana perkenalan menuju jenjang pernikahan.
Kenapa begitu? Sebab kebanyakan dari mereka menjadikan pacaran sebagai ajang senang-senang dan pengakuan diri pada lingkungan. Boro-boro memikirkan pernikahan, malahan mereka beranggapan bahwa usia muda adalah usia dimana mengoleksi mantan menjadi suatu kewajiban sehingga mudah saja berganti-ganti pasangan. Padahal islam telah membahas proses Taaruf untuk hal perkenalan pada pasangan.

2. Pacaran menjadikan keuangan tidak sesuai dengan perkiraan.
Sebagai anak usia belasan tentunya keuangan masih menjadikan tanggungan orang tua bukan? meskipun ada beberapa dari usia tersebut telah mandiri secara finansial. Uang jajan yang diberikan setiap bulannya seharusnya dapat dikelola dengan baik, dan dapat menyisihkan sedikit untuk tabungan. Namun, berbeda halnya untuk mereka yang pacaran, dikarnakan banyak moment yang harus dikenang seperti anniv, kelahiran, valentine dan moment-moment harian bulanan atau kadang tahunan (kalo langgeng) yang mesti diadakan perayaan sehingga menuntut buget yang tak sedikit untuk merayakan hal tersebut. Ditambah lagi pengeluaran untuk sekedar jalan ataupun makan diluar.

3. Pacaran sering membuat perasaan dan fikiran berantakan tak karuan
Banyak hal-hal tak penting menjadikan beban di hati disebabkan oleh pacaran, cemburulah, prosesiflah, doi gak perhatianlah, inilah itulah, akibatnya juga gak baik pada fikiran dan perasaan, padahal kedua hal tersebut merupakan stimulus untuk menciptakan hal-hal positif dalam diri seseorang. Tak jarang, kebaperan tersebut sampai dibawa ke proses pembelajaran akibatnya kurang konsentrasi dan memperhatikan apa yang telah guru maupun dosen terangkan. Bagi yang telah bekerja, kenapa masih menunggu waktu untuk meresmikan jika telah memiliki pekerjaan?

4. Tak perlu membuat alibi, sebab pacaran tak mengenal hal syar’i
Banyak diantara anak muda yang melakukan pembelaan bahwa pacaran yang ia lakukan selama ini tidak mendekati perzinahan, karna pacaran kami hanya melalui kontak media sosial atau sekedar sms-an tanpa pernah berduaan apalagi berpandangan. What? Aku juga mengalami hal ini dulu namun tetap saja tak bisa dipungkiri jika dalam chat dan smsan tersebut juga mengandung unsur yang cenderung mendekati zina meskipun hanya sekedar memanggil sayang untuk kalimat pembuka percakapan dalam media tersebut sudah tentu setan akan semakin gencar menggoda iman, dan menggoyahkan keyakinan bahwa yang dilakukan bukan merupakan sebuah perbuatan menyimpang dalam hal ini setan akan terus membisikkan dan mencarikan alibi-alibi sesat dalam pacaran difikiranmu.
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32).
5. Meskipun berusaha berterus terang, tetap saja ada unsur kebohongan dalam kegiatan pacaran.
Banyak dari mereka tidak menjadi diri sendiri dihadapan pasangan (belum sah) , agar  si pasangan tidak ilfeel, serta selalu berusaha tampil sempurna padahal hubungan yang diawali dengan kebohongan sudah tentu tidak baik kedepannya dan menghasilkan beban semata. Selain membohogi sang pacar tak jarang juga membohongi orang tua dan keluarga. Banyak orang tua yang tidak memperbolehkan pacaran pada anaknya, apalagi pada anak perempuannya, namun terkadang si anak melakukan segala cara agar tetap menjalin hubungan meskipun tanpa restu kedua orang tua, tentu saja hal tersebut diwarnai proses kebohongan lagi didalamnya.

6. Tak ada manfaat dari telfonan berjam-jam hanya untuk sekedar mengetahui kabar
Padahal setiap hari bertemu, dan anehnya setiap waktu saling rindu maka dari itu jika tak berjumpa terkadang orang yang berpacaran memanfaatkan telfon genggam sebagai salah satu penghubung untuk meluapkan hasrat rindu pada si pacar salah satunya via telfon, percakapan pun dimulai dari pembicaraan menanyakan kabar sampai dengan pembicaraan tak penting hingga pembicaraan yang sangat-sangat tidak penting lainnya disebabkan kehabisan topik pembicaraan hingga tak sadar waktu telah telewatkan berjam-jam.

7. Selain berpegangan tangan banyak hal negatif lain yang bisa dihindari jika tak pacaran, dan banyak hal positif lain yang dapat didapatkan karna tak pacaran.
Sebagai anak muda tentunya ingin mencoba banyak hal, agar segera menemukan identitas diri, dalam hal ini jika tak memiliki pacar sehingga tidak perlu membuat laporan keadaan, keberadaan, atau bahkan kesengsaraan yang sedang dialami pada sang pacar. Dengan tidak memiliki pacar kita dapat bebas dan lepas melangkah sejauh yang diinginkan tanpa harus terbebani dengan membuat pernyataan ataupun laporan. Tanpa memiliki pacar, tak perlu terikat aturan ingin berteman dengan siapa saja dan travelling ketempat dimanapun yang disuka maupun melakukan hal-hal positif lainnya.

8. Dengan tidak pacaran, meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah karna kita tidak menduakan perasaan sesat antara dia yang diciptakan dan Ia yang menciptakan.
Sebagai anak muda sudah tentu ibadah menjadi kewajiban untuknya, sehingga tak perlu ada yang selalu mengingatkan via ponsel seluler untuk hal ini, sebab ibadah menjadi pertanggungjawabanmu pada Rabbmu. Bukan pertanggungjawabanmu pada pacar yang belum tentu menjadi pasangan mempelai di ijab kabulmu nantinya.

9. Tak perlu gusar akan jodoh yang diambil orang karna tidak menjalin hubungan melalui pacaran.
Dalam hal ini kebangetan jika masih ada yang beranggapan bahwa pacaran menjadi ajang pengikat untuk mencari jodoh, dan berusaha menghalalkan perzinahan, sebab tak sedikit dari wanita yang kebobolan akibat cinta yang mengarah pada hal yang tak diperbolehkan. Dalam pacaran sebenarnya pihak prempuan lebih banyak dirugikan dibandingkan mendapat keuntungan. Oleh karena itu untuk apa masih dipertahankan hubungan yang tanpa kejelasan. Tak perlu gusar akan jodoh sebab Allah telah mempersiapkan, sering kita dengar bahwa jodoh yang didapatkan kelak adalah gambaran dari diri kita maka jangan harap jika masih berpacaran namun mengharapkan pendamping yang sholeh ataupun sholehah kelak dipernikahan.

10. Ada Ayah dan Ibu yang perlu diperjuangkan sekuat tenaga kebahagiannya.
Sebagai anak sudah tentu ingin melihat kedua orang tua bahagia, oleh karena itu tidak melakukan hal-hal yang nantinya kan membuat orang tua kecewa sudah melegakan orang tua dan membuat bahagia apalagi melihat anaknya tumbuh dewasa dan berhasil oleh hasil didikannya. Terkadang banyak diantara yang pacaran mengesampingkan kebahagiaan orang tua untuk si Doi yang baru dikenal beberapa waktu saja. Orang tua telah dengan rela mngurus kita hingga tumbuh dewasa tanpa meminta balasan ataupun memberi tuntutan. Masak iya, mudah saja dilupakan kebahagiaannya karna dia yang mengajakmu pacaran.

   Tulisan ini bukan berarti ingin menggurui hanya saja berbagi cerita betapa tak ada gunanya hubungan yang dinamakan pacaran. Tak selayaknya masa muda dihabiskan dengan yang namanya pacaran. Karna pernah mengalami, meskipun tak sampai pada hal-hal ekstrim yang akhirnya membuat menyesal namun bersyukur karna hidayah diberikan sesegera ini sehingga memantapkan hati untuk mengistiqomahkan diri dan tak lagi mudah terbuai akan bujuk rayu yang mengarah pada pacaran. Kamu yang single, tak perlu gusar disebut tak laku oleh teman-temanmu lebih baik terus memperbaiki diri lebih baik lagi karna jodohmu adalah cerminan siapa kamu itu yang ku tau.

[REVIEW]

AKU MALU PADA BUKU PEMBERIANMU

WANITA-YANG-DIRINDUKAN-SURGA

Masih membekas dalam ingatan bagaimana waktu itu dia berusaha meluangkan waktu untuk mengantarkan sebuah bingkisan rapi berpita warna merah jambu “Jangan dulu di buka sebelum berada diatas kereta. Ujarnya”. Tapi ternyata memang aku sama sekali tak sempat membukanya, karena sirine kereta perjalanan Kediri-Yogyakarta sudah terdengar jelas ditelinga menandakan aku akan segera berangkat pada menit ini juga. Yang membuatku tak habis pikir pada caranya adalah Pare dan stasiun Kediri bukanlah jarak yang berdekatan, ditambah lagi yang ku tau dia masih memiliki kesibukan yang tak bisa ditinggalkan namun nyatanya masih menyempatkan.

Ketika itu, tak banyak kata yang bisa aku sampaikan selain hanya kalimat singkat yang menyatakan rasa terima kasih. Bukan apa-apa aku masih merasa kaget diperlakukan manis seperti ini oleh seseorang yang sering aku kagumi dan ceritakan pada teman satu pembelajaran “ bahwa cara mengajarnya, membuatku tak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan waktu untuk mempelajari materi demi materi grammar ini, karna tak tau kenapa setiap apa yang ia katakan akan mudah aku pahami serta lebih terpatri dalam ingatan”. Mungkin karna caranya yang berbeda dalam mengajarkan.

Harapanku jangan terlalu bermain rasa ketika membaca tulisan ini ya, karna sekedar bentuk apresiasiku atas pemberiannya yang akhirnya menjadi salah satu benda yang mengingatkan dan membuatku malu, itu saja. Aku malah berharap dia tak nyasar pada tulisanku ini ketika mengakses mesin penelusuran, agar dia tak tahu aku pernah merasa kagum waktu itu.

Perjalanan kereta pun dimulai, ini artinya kesempatan untuk membuka bingkisannya adalah saat yang ku nanti saat ini. Meskipun dari bingkisannya aku sudah dapat menerka dalam hati bahwa isinya adalah sebuah benda yang bisa ku baca, lumayan buat mengisi waktu saat diperjalannan pikirku. Ternyata benar, sebuah buku satu warna dengan pitanya berjudul “Wanita yang Dirindukan Surga (Beribadah tanpa lelah)”, dari judulnya saja sudah sangat terasa berat untuk ku baca sebuah karya istimewa dari penulis bernama M. Fauzi Rachman. Buku tersebut membahas tentang adab-adab seorang wanita, bagaimana seharusnya wanita bersikap sehari-hari, beribadah dan menempatkan diri dalam konteks agama islam, disaat medernisasi yang memberi dogma dan membentuk wanita ingin disetarakan dengan pria serta berlaku bebas tanpa batas padahal dalam agama kita islam sudah sangat memuliakan wanita melalui syariat-syariat yang telah ditetapkan sejak lama, tinggal kita menjalankannya saja.

Berikut adalah alasan kenapa setiap membuka lembar demi lembar dari buku ini membuatku malu masih terasa jauh dari kriteria wanita yang diidamkan oleh surganya.

1. Pada bab pertama kita diberi penjelasan begitu pentingnya kedudukan wanita sehingga agama islam memuliakannya dengan menjadikan wanita salah satu surah dalam Al-Qur’an yaitu Al-Nisa’ yang berarti “wanita”. Kemudian juga Rasulullah Saw ketika ditanya siapa yang paling berhak untuk dihormati, diantara ayah dan ibu, beliaupun menjawab “ibumu” hingga tiga kali, baru kemudian “Ayahmu”. Selain itu, wanitapun ikut berperan serta juga untuk perjuangan ketika menorehkan sejarah indah agar agungnya peradaban islam dimasa lalu. Itu hanya sebagian saja dari cuplikan yang bisa aku pahami pada bab pertama ini.


2. Sebagai wanita sudah kodratnya jika ingin terlihat cantik namun kita sering lupa bahwa islam telah mengatur bagaimana seorang wanita berhias rupa agar tak berlebihan dipandang mata karna wanita adalah aurat sehingga banyak hal yang dapat menjerumuskannya pada dosa-dosa tak terasa. Pada buku ini juga membahas hal-hal berkaitan dengan perilaku yang tidak kita sadari dan akhirnya menghapus amalan kita sebagai wanita yang naytanya telah dilakukan setiap hari seperti ngerumpi, berhias diri secara berlebihan, berjabat tangan dengan lelaki, dan tentang larangan mengunjungi sauna atau kolam renang tak luput menjadi pembahasan. Hal-hal tersebut akhirnya memunculkan pertanyaan pada diri sendiri masih seringkah melakukan perbuatan yang sepatutnya sudah ditinggalkan?


3. Surga berada dibawah telapak kaki ibu hal ini adalah ketetapan mutlak yang hanya dimliki seorang wanita dimana merupakan madrasah pertama anak-anaknya kelak, dijadikan contoh perilakunya digugu dan ditiru perkataannya mau tak mau memang begitulah adanya. Maka dari itu, perlu dijaga sikap dan tuturnya lewat junnah (perisai) salah satunya selalu berpuasa agar tertutuplah perilakunya dari syahwat dan nafsu. Rasulullah Saw bersabda “Sebaik-baiknya wanita adalah istri yang jika kamu melihatnya, ia akan membahagiakanmu; jika kamu menyuruhnya, ia akan menaatinya; dan jika kamu pergi, ia akan menjaga harta dan harga dirimu.” begitu dalam maknanya meskipun terkadang lidah ini mudah mengucapkannya namun apa iya semudah itu untuk melakukannya?. Dan dalam buku ini juga kita diberi gambaran kenikmatan yang telah disediakan Jannah untuk wanita-wanita yang mengerjakan ibadah dijalan Allah serta tak lupa selalu melakukan kebaikan dan hal tersebut bisa dilakukan oleh seorang wanita dengan hanya didalam rumah saja..


4. “Surga dikelilingi dengan segala yang tidak disenangi hawa nafsu, dan neraka dikelilingi oleh segala yang disukai hawa nafsu.” (HR Muslim dan Anas Ibn Malik r.a.), karna rintangan menuju surga-NYA itu tak mudah, maka dari itu wanita diminta agar menjaga sah wudhunya agar ia dapat menjaga dirinya dari dosa dan godaan diluaran sana, wanita sudah tentu ingin cantik penampilannya dan make up adalah pilihan utama sebagai penunjangnya namun perlu diketahui bahwa ketika berwudhu seluruh make-up bagi wanita, seperti lipstik (bibir merah) dan kuteks, hendaknya dibersihkan terlebih dahulu. Karena kedua aksesoris tersebut menghalangi sampainya air kekulit agar suci, padahal salah satu sahnya wudhu adalah sampainya air kekulit. Sehingga membersihkannya terlebih dahulu, demi sempurnanya wudhu. Begitupula untuk cincin yang melingkar pada jari wanita khususnya, maka cincin tersebut haruslah digerak-gerakkan ketika membasuh kedua tangan.Ternyata, islam amat sempurna mengaturnya lewat Al-qur’an sebagai pedoman kita bahwa kebersihan dalam berwudhu adalah hal yang tak boleh dilupakan oleh seorang wanita sebagai cara menjaga sucinya tetap terjaga. Buku ini menceritakan bagaimana cara agar surga dapat kita ketuk, tanpa kriteria muluk-muluk agar wanita tak lelah beribadah dengan beragam alasan.


Cemburulah pada manusia yang nyatanya ada yang lebih takwa kepada-NYA dibandingkan kita. Menjadi seorang wanita seakan-akan banyak aturan yang membuatnya merasa terkekang dikarnakan alasan belum siap imanlah inilah itulah untuk menerapkannya, betapa berdosa ketika kita sebagai wanita yang malah mencela aturan yang nyatanya demi kebaikan dan merupakan sebagian cara agama islam menjaga kehormatan kita sebagai wanita. Terakhir, buku ini benar-benar membuatku malu ketika akhlak tak jua menyesuaikan dengan apa yang telah agama berikan aturan padaku merasa masih jauh dari kriteria agar Jannah mau menantikan kedatanganku tanpa ragu. Semoga tak hanya aku wanita yang membaca buku ini, agar kita dapat bersama- sama memperbaiki diri lebih baik lagi. 

[My Self]

SURAT UNTUK DIRIKU SENDIRI SI MAHASISWI JAWA DARI JAMBI


Hai masa depan, gemilanglah engkau seperti harapanku sekarang.

Sebagai perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara menjadikanku sosok manusia yang tak manja, sehingga tumbuh mandiri dan berani melangkahkan kaki hingga ke pulau nan jauh dari pandangan mata Sumatra aku lewati selat sunda hingga sampailah pada pulau Jawa, pulau yang kecil dalam peta namun terlalu sesak penduduknya. Yogyakarta menjadi pilihanku, kota yang kebanyakan mereka menganggapnya istimewa, bukan hanya isapan jempol belaka namun aku rasakan sendiri keistimewaan itu hingga membuatku sering berbicara pada hati “beruntungnya aku tersesat dikota ini” tempatku menuntut ilmu dan mencoba banyak hal hingga akupun diwisuda nanti.

Bertemu dengan banyak kalangan mulai dari orang besar sekelas Menteri hingga orang biasa namun mimiliki motivasi besar yang tidak dapat dipandang sebelah mata, dari sini aku belajar bahwa aku harus menjadi manusia berguna agar kehadiranku memberi suntikan energi positif untuk orang-orang yang mengenalku, aku harus luar biasa jauh dari apa yang mereka terka agar kelak tak ada yang meremehkan kemampuanku dengan menanyakan “Emang, kamu bisa apa?”. Pertanyaan yang sederhana, namun berhasil membuat hati ini tersayat rasa sakitnya pun tak terkira aku merasa gagal pada diriku sendiri yang ternyata belum memberi kontribusi apa-apa dan akhirnya wajar jikalau mereka memandangku sebelah mata.

Aku mulai rajin menuliskan dan menyusun kepingan mimpi-mimpi kembali, yang pada awalnya hanya tersimpan didalam hati dalam kotak yang tak berpita hingga pada akhirnya membias begitu saja oleh kesibukan aktivitasku sebagai mahasiswa. Padahal, mimpi-mimpi itu sempat membuatku percaya pada diriku sendiri bahwa aku bisa jikalau berani mencoba terbukti dari salah satu mimpi yang terealisasi sebagai Asisstant Praktikum jurusan ku. Kutorehkan kembali memori tentang niat dan mimpi yang tak kunjung aku wujudkan, aku lebih senang menuliskannya dalam bentuk daftar yang teratur sebab lebih memiliki rasa bangga dan bahagia ketika pada tahun kelima aku berhasil mencoretnya satu persatu yang artinya berhasil tercapai.

1.    Lulus Cumlaude saat Wisuda dari Institusi yang Sedang Aku Perjuangkan
Sebagai anak dari keluarga biasa di provins Jambi sana, sudah pasti menginginkan memberi yang terbaik untuk kedua orang tua yang telah bersusah payah mengeluarkan biaya hingga pada akhirnya anak perempuannya diwisuda. Lulus dengan predikat cumlaude dan mengenakan selempangnya adalah cara sederhana agar kedua orang tua tersenyum bangga ketika melihat penampilanku menggunakan toga. Ketika itu akan kupersilahkan kedua orang tuaku duduk dibarisan undangan orang tua wisudawati dibarisan terdepan,  harapannya dapat melihatku secara dekat saat diwisuda oleh rektor.

2.     Memperbaiki Bahasa Inggrisku, Agar Tercapai Niatan Keluar Negeri.
Sebagai gadis desa, sudah tentu tak muluk-muluk dalam bermimpi kesukaanku terhadap dunia luar membentuk motivasi untuk bisa ke negeri Jepang, Hongkong dan Eropa yang merupakan negara luar biasa yang sejak lama telah ingin aku sambangi, namun sayangnya belum juga terealisasi namun bukan Linda Kurnia namanya jika menyerah secepat ini. Aku berjuang sejak dini mengikuti seminar-seminar international, ikut kompetisi dan konferensi agar kelak impianku yang ini tak hanya tulisan belaka.



3.     Mengelilingi Indonesia Hingga Semua Destinasi Indah Aku Sambangi.
Meskipun sebagai manusia biasa aku jatuh hati pada negara lain, namun tak bisa ku pungkiri bahwa aku juga jatuh cinta terhadap destinasi wisata yag dimiliki negaraku sendiri.


4.    Tentu Tidak Kulupakan, Bahwa Aku Juga Ingin Mengantarkan Kedua Orang Tua untuk Berhaji.
Kukumpulkan uang saku meskipun tak banyak dan terkadang selalu habis, namun aku selalu berusaha agar kelak ada gelar Haji dibelakang nama beliau berdua, orang tuaku.


5.   Menjadi Pengusaha dan Membuka Lapangan Kerja adalah Tujuan, sedangkan Menjadi Pegawai Kantoran adalah Pilihan.


Hal ini telah mulai aku rintis sejak dini mulai dari mengikuti kompetisi wirausaha, online shop dan berjualan payung diacara wisuda telah aku jajal semua, hal ini aku lakukan untu membiasakan diri memiliki mental pengusaha sukses di lima tahun nanti.

(Kontribusi Tulisan di Salah Satu Kompetisi)
Source Image

Tugas itu Jangan Sekedar di Kumpulkan
Namun Juga Harus Diabadikan

         Yahhh seperti inilah salah satunya, sory kauawan-kauawan... di ambil dari flashdisk tugas TIK untuk Pak Rico tanpa bilang-bilang hahaha. Gak maksud apa-apa cuma sayang aja kalo di kumpulin begitu saja, Tapi tetap menyesalkan masih ada beberapa yang gak ke ambil, kaliaan dimana? ngapain aja? kok sampai telat ngumpuuul tugaas -_-


 ANGGIT RIZKA HARYADI
 ARIFAH NUR ISMULLAH
 ARTHUR BEISER AKBAR
 DESI SRI KURNIA

DESI SRI KURNIA
 HARIS SETIAWAN
IKAMALA ROSIDAH
KHOIRATUL A'NIAH
 LINDA KURNIA
LINDA KURNIA
ROSMA SARI ANDANI
 TENTREM SURYA NINGSIH
 TRY YULIANI
DWI LESTARI
TATI OKTAVIA
 SITI MAISYAROH
DESI KURNIAWATI
 ERLIYANI MARLYA
OKTAVIANI GABRIELA SABATINI
 TANTI CANDRA SARI SETIANINGSIH
ALI RAHMA YULIANDI

CERITA SI MERAH MUDA DI KOTA GUDEG


            Ini judul di buat bukan berarti saya pernah makan gudeg loo, bagi yang mau traktir ayoo buruan daftar hahaha ngarep, belum pernah nyoba soalnya.

            Salam hangat untuk para pembaca yang suka kepo-kepo blog merah muda nan manis  ini, apa kabar semoga tetap baik dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.
Oh iyaa bagi lulusan SMA tahun 2014 bagaimana status mu saat ini sudah menjadi mahasiswa/I kah engkau atau jangan-jangan sudah menjadi permaisuri/pangeran hati pasangan masing-masing di pelaminan haha semoga SAMAWA deh “Sakinah Mawaddah dan Warahmah” ceileeh bahasa nye udah kayak ngerti aja hehe sory sory. Khusus buat para jombloers yang senasib dan sepenanggungan dengan saya di luar sana semoga tetap istiqomah yaa dengan statusnya . ingat motto para jomblo ini yang saya kutip dari lupa sumbernya ckckck “Gak punya pacar apa kata dunia, Punya pacar apa kata akhirat” ini kata-kata sumpah nyentil banget sampe-sampe saya merasa menyesal pernah punya mantan ahh sudahlah lupakan yang lalu biarlah berlalu yang penting tetap melanjutkan hidup meskipun badai menghadang tetap move on dong sama Allah SWT sweet sweet bahasa saya sekarang udah agak sedikit religiouskan hehe. Jelas dong soalnya saya tersesat pada dunia kampus islam yang saya rasa tepat, UII lah kampus yang saya maksud itu alias Universitas Islam Indonesia. Kampus islam yang memberi saya tambahan pengetahuan tentang agama yang telah saya anut kurang lebih 18 tahun ini.
            Eh eh ... belum kenalan status saya sekarang, bangga dikit.. Perkenalkan nama saya LINDA KURNIA biasa di panggil Linda dan saya kini telah resmi menjadi mahasiswi di salah satu Universitas Swasta yaitu Universitas Islam Indonesia atau biasa di singkat dengan UII saya berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) prodi STATISTIKA, eitts jangan kira saya pilih prodi ini karna kecintaan saya pada angka yaa, anda salah sangka berarti, saya memilih STATISTIKA karna memang tak ada pilihan lain tak ada PERGURUAN TINGGI NEGERI yang menerima diri ini. Saya benar-benar di tolak mentah-mentah sakitnya tu di sini nunjuk <3. Semoga jalan ini berkah dan membawa manfaat untuk kehidupan saya, bangsa, serta negara selanjutnya. Meskipun ditulisan sebelumnya saya keukeh masuk kesehatan tapi apa boleh di kata masuk kesehatan di swasta biayanyaa booook mahal-mahal jadi mengurungkan niat, kasian juga orang tua.
Sayaa berada dimana sekarang pasti tau dong,  Yup tepat sekali saya sekarang berada di kota paling Istimewa diantara 34 provinsi lainnya yaknii Daerah Istimewa Yogyakarta.
Itu loh kota dengan banyak julukan mulai dari kota pendidikan, Indonesia mini, kenapa Indonesia Mini sebab di Yogyakarta kalian akan mudah menemukan manusia-manusia mulai dari Sabang hingga Merauke bahkan berbagai macam plat motor ada disini jadi bagi orang luar Jambi yang melihat plat motor dengan kode BH plis dong jangan pada mesum. Tau gak saat perkenalan dengan teman-teman di kampus saat saya menyebutkan asal dari Jambi mereka yang tau langsung menertawakan plat motor provinsi Jambi ckckck kan jadii maluu .
Yogyakarta juga di kenal dengan kota budaya dan lain-lain.
            Sebelum ke Yogyakarta terlebih dahulu saya singgah di rumah saudara di Magelang, kota ini mudah banget dapetin angkot ataupun taksi, jauh berbeda dengan Kaliurang tempat saya ngekos sekarang berhubung gak punya motor jadi saya menjalankan aturan pemerintah untuk menggunakan transportasi umum untuk menghindari kemacetan dijalanan. Alhasil kemana-mana naik angkutan umum, tapi jangan harap di Kaliurang kalian akan mudah mendapatkan angkot ketempat tujuan adanya juga bus mini gitu yang kondisinya subhanallah udah penyok-penyok plus karatan berhubung tak ada pilihan lain yah.. kendaraan inilah yang menemani perjalanan saya selama di sini belum lagi menanti kedatangannya yang kadang sampe nunggu hampir setengah jam di pinggir jalan Cuma menunggu kamuuu iyaa KAMU yang di situ, "jangan senyum-senyum dong mas" wong nungguin bus penyok kok. Benar-benar melatih kesabaranlah pokoknya.
            Sewaktu di Magelang kaget banget dengan harga barang-barang di sana yang gak jauh beda dengan di Muara Bungo tempat tinggal asal. Rencananya mau belanja eh harga-harga pada gak beres mihil-mihil sangat sih padahalkan di pulau jawa. Tapi ternyata saya salah tempat untuk belanja hingga pada akhirnya saya menemukan pasar Biringharjo yang terkenal murah dan bisa di tawar ini yang paling penting tapi malah nafsu belanja saya keburu hilang karna bingung sangking banyaknya batik-batik bejejer dari lantai 1 hingga 3, saya gagal lagi mau belanja yaah jadinya Cuma ortu yang belanja beli oleh-oleh dll saya Cuma jadi tour guide doang hiks sediiiihnya. Eh sekarang lagi pengen beli-beli something eh ortu udah pulang jadi pikir-pikir lagi deh mau belanja takut uang bulanan terkuras tak bersisa, ya Allah nasib-nasib..
            Tau gak jalan-jalan saya di sini Cuma mengandalkan ke sotoy-an di internet dan tranportasi busway, untunglah di JOGJA ada kendaraan yang namanya TRANS JOGJA yang bisa mengantarkan kemana saja. Tinggal Tanya ama petugas, perhatikan kode bus, perhatikan halte insyaallah selamat sampai tujuan. Pernah juga bertiga bareng ortu mau ke JEC dan JEC yang saya tau tempat pameran computer itu pun gara-gara cerita anak Pekanbaru yang seangkutan dengan kami 3 cowok keceh-keceh itu mau ke JEC. Bermodal informasi begitu doang eh keesokan harinya saya memberanikan diri mengajak ortu ke JEC jam 9 nan kami pun udah standbye di pinggir jalan menunggu angkutan agar bisa mengantarkan kami ke lampu merah Kentungan tarifnya 5K /orang setelah itu lanjut menggunakan Trans Jogja kalo gak salah pake bus 3B arah bandara Sutjipto tarifnya 3K/orang dan perjalanan itu ternyata jauuuuuuuuuh sangaaaaat berjam-jam kami di Trans Jogja dan telah banyak Halte kami lewati hingga tak terhitung lagi berapa banyak penumpang yang turun naik dari halte satu ke halte lainnya, ngapain juga sayaa itungin yaah mentang-mentang anak Statistika ckckck Ciee.
            Setelah sampai di JEC terpesonaah dengan berbagai macam kamera, laptop, accessories laptop/ hp dll rasanyaa pengen beli semua soalnya harganya murah dan lebih murah di bandingkan di Bungo tapi semurah-murahnya gadget tetap aja gak ada yang goceng. aduuh nasib-nasib.
Pergi ke JEC bukan tanpa tujuan namun karna nyari titipan adek yang pengen nyari laptop, dia nitip tapii gak nitip uang sekalian huu dek dek.
Sepulang dari JEC sekitar jam 12an ehh malah ortu ngajakin lagi ke Malioboro alhasil naik Trans Jogja arah Malioboro deh turun di Halte Taman Pintar, jalan-jalan agaaak lama jadi nyampe kaliurangnya kesorean dan saya lupa kalo di Kaliurang gak ada angkutan umum lagi setelah jam 5 sore, taksi pun jadi pilihan kami tapiii tukang taksi pada sok jual mahal gak ada yang berhenti apa mungkin karna udah maghrib yaa, tak taulah.. kami mah malah di rebutin tukang ojek berhubung barang bawaannya banyak gak mungkin juga pake ojeek. Beberapa menit kemudian datanglah bus mini yang biasa mengangkut kami ke Kentungan tapii itu pak supir ngasih tariff ngalah-ngalahi taksi Cuma ke km 14 mana pake AC alam di minta tari 50 ribu padahal biasanya 15 ribu cukuup tapi berhubung kepepet sudaahlah naiki saja. Ketimbang ngegembel ampe besok pagi di lampu merah OH NO…
            Syukurnya ortu nemenin di kos hampir seminggu selama Pesta jadi ada yang ngurusin gizi saya, mana waktu baru-baru di sini ternyata kaki ama tangan saya merah-merah bentol-bentol plus gatal-gatal 4 hari lamanya kirain mah digigitin nyamuk eh sekalinya periksa ke dokter itu ternyata elergi karna adaptasi tubuh dari panas ke dingin. Lumayan tersiksa oleh gatal-gatal saya,  untung sekarang udah biasa aja, kata para tetangga sekitar ibu dokter yang meriksa saya tersebut berasal dari Aceh yang kuliah di UII juga dan dia COUMLODE sodara-sodaraa beliaupun menggratiskan obatnya, tapi berhubung udah di tolong gak enak dong kalo gak di bayar di kasih bayaran ibu dokternya malah bilang kebanyakan terus di kembaliin lagi hadeh hadeh, ini berarti dokter yang sekolahnya gak nyogok (jalur belakang) terbukti obat yang di kasih ibu itu manjur.
            Malamnya periksa keesokan paginya jam 7 harus datang menjalankan kegiatan pra ospek, buat Co Card bareng-bareng gitu sebab pihak kampus UII mengkhawatirkan penipuan dan menjamurnya para penjual atribut PESTA. Cuma kardus ama kertas asturo aja di jual ampe ratusan ribuu. Mending bikin maah hemat-hemaat. Haha.
Rangkaian Pesta (Pesona Taaruf) di jalani dengan baik, meski di bumbui dengan tipu-tipu sorii kakak senior mulai dari lupa bawa alat sholat tapi bilangnya lagi “dapet”, keesokan harinya ada temen yang lupa bawa sandal ama mukenah saya kasihin deh satu sandal ama sarung mukenah saya biar sama-sama gak kena hukum dan akhirnyaa berhasil horee.
Waktu pesta yang bagus Cuma penutupan doang pake lampion plus kembang api gitu lainnya its nothing, lebay lebay doang sih kakak-kakaknya kecuali wali jamaah kami yang ngurusin makan kami selama Pesta terimakasih buat Kak Astrid dan Kak siapa yaaa yang cowok lupa. Kami tau kok kakak-kakak semua datang lebih pagi dan pulang lebih malam dari kami, kami juga sangat berterima kasih pada panitia semua kalian luar biasaa.
Selama PESTA ngejalanin rutinitas beginiaan, Tau kan di Kaliurang dinginnya kayak apa, dan harus mandi jam 4 setelah itu berangkat jalan kaki bareng Riva ama Desi sebelum jam 5 subuh. Nyampe kampus eh ternyata barisan manusia sudah sangat panjaang heran saya jangan-jangan mereka pada berangkat jam 3 terus mandinya jam berapa..? wuiiis salut salut. Selama Pesta para pedagang musiman pun bermunculan dan harga yang di tawarkan udah melebihi Mall, dari pedagang kemeja putih, rok hitam, atribut, karton bahkan tukang parkir tampang mahasiswa pun menjamur. Benar-benar ladang bisnis jadinya, dan PESTA sangat tak berperi ke anak kosan banyak dana yang keluar Cuma buat beli-beli barang bawaan. Pulang jam 7 cari barang jam 8 dan itupun syukur-syukur masih ada toko yang buka.
            Setelah 3 hari rangkaian Pesta pun usai, dan ortu kembali pulang ke Jambi saya pun kini sendirian di kosan jauh dari keluarga di perantauan. Satu pesannya "kuliah yang baik yaa nak, segeralah wisuda dan mengenakan toga putri perempuan kami.. ingat jangan makan daging ayam lagi kamu alergi". kurang lebih begitulah pesannya
Dua hari jeda setelah Pesta, mengisi kekosongan dan menghilangkan kepenatan berdua ama Ganis (mojang geulis asal Purwakarta, Jawa Barat) jalan-jalan deh ke Gembiraloka Zoo padahal benar-benar gak di rencanain sebelumnya apalagi perjalanan ini merupakan kali pertama kami, berangkat jam 1 siang bikin gak puas jalan-jalannya. Kami kejar-kejaran ama waktu soalnya sampe Kentungan lebih dari jam 5 sore bakal gak dapet kendaraan lagi ke km 14. Masuk Gembiraloka Zoo tariff tiketnya 25K/orang, terpuaskan dengan suguhan berbagai macam binatang di sana dan ternyata luas banget tempatnya. Kapan-kapan pengen ngajak ortu kesini deh soalnya pada jalan ama keluarga sedangkan kami Cuma berdua sampe-sampe petugas pintu masuknya nanyain “ berdua aja mba..?, pacarnya manaa”. Kami cuekin doang, tapi memang sih tempatnya cocok banget buat manusia-manusia memadu kasih soalnya di sana sepi-sepi gitu eits memadu kasih bukan Cuma ama pacar doang ama keluarga kan bisaa jugaa.
Hari minggunya ke Prambanan dan ternyata jauuuh banget, kini kita jalan-jalan bertiga bareng Astri . tapii karna candinya masih dalam perbaikan jadi agak kecewa dengan kondisi candi dan debu di mana-mana. Meskipun agak sepi tapi ada beberapa bule, lumayanlah bisa diajakin foto bareng dengan bahasa inggris seadanya untung aja ngerti. Coba aja yang saya ajak omong orang Indonesia pasti pada gaak ngerti karna gak memperhatikan grammar. Kurang lebih beginilah bahasa inggris yang saya gunakan “Sorry miss, can you take photo wit us...?” bule nya shock kesenengan mungkin baru pertama kali jadi artis di negeri orang kalii hahaha saya pun berfikiran apakah ini yang akan saya rasakan saat saya wisata ke negeri asing berharap ada yang minta ngajakin photo gituu hahah. karna prambanannya jauh jadi, pulang kesorean sampai kentungan gak ada lagi kendaraan untung ada taksi yang lewat dan kebetulan lagi itu taksi kosong jadilah kami naik taksi dengan tarif 40K di bagi  3 orang, lebih murah dibandingin bus kemarinn huu.
Berhubung udah ada kegiatan, jadi jalan-jalan selanjutnya di tunda dulu untuk waktu yang tak terduga.
Tentang hal unik, di Jogja mah banyak sekali mulai dari para pengemis yang tak terhitung para pengamen lampu merah yang gak pernah saya temukan di lampu merah tempat saya tinggal. Harga makanan yang murah meriaah, tapi harga kos naudzubillah mahal-mahal sangaaat kalo dulu di Rimbo Bujang bisa dapat kontrakan 6 juta di bagi 4 orang kalo sekarang mah boro-boro kosan 6 juta buat per orang, tapi untung saya masih dapat kosan yang agak murah dikit meskipun gak lebih murah kayak di kontrakan duluu.
Sudaah ah, segini dulu cerita di kota gudeg YOGYAKARTA nyaa, salah dan janggalnya saya minta maaf sebesar-besarnya dan wassalamuaikum…
Muuuuuuaaaaaaahhh …:D


Source image  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxB8pDOqv3-gWTH5jLuAYizfqpxsn26s3kFBr1_nWGYWPXRi3L1-qLjI31Twu4xABLqNoeicmxGq7EsJQQAjofmfyv04ITkcmn-zJZ_M82CJD6l_bcrhJ7tbKVug19OLiWwKoJbAl2q4hE/s1600/GUDEG-JOGJA.jpg

Powered by Blogger.