[Kos] Murah Dekat Bandara Soekarno-Hatta (Daerah Rawa Bokor)


Sebenarnya ini adalah definisi murah untuk standar harga kosan di Tangerang bukan kota lain yang biaya hidup terkenal murah seperti Jogjakarta.

 Cerita sedikit dikarnakan mengambil Kerja Praktek di luar kota sehingga mengharuskan saya untuk mencari kos terdekat dari perusahaan untuk dapat di huni selama satu bulan. Atas dasar belum memiliki tempat tinggal yang pasti inilah maka saya pun berangkat dari Jogja 5 hari sebelum Kerja Praktek di Angkasa Pura II dimulai pada tanggal 1 Februari 2017 sampai dengan 28 Februari 2017.

Berhubung lokasi Kerja Praktek saya berada di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta jadi fokus mencari kosan dibagian timur dan bagian barat bandara saja hal ini berdasarkan informasi dari pembimbing KP serta dibantu 4 teman saya yang berangkat dari Kemayoran untuk mencari kosan di Tangerang. Keliling-keliling dari pagi sampai dengan sore berjalan seharian namun tidak mendapatkan hasil apapun dikarnakan rata-rata kosan penuh. Range harga kosan yang kami dapatkan yaitu antara 800 ribu-2 juta untuk berdua. Awalnya di bagian timur kami mencari sekitaran daerah Rawa Bokor karna kawasan ini dilalui angkot satu kali saja jika ingin ke Bandara dengan tarif 6 ribu rupiah. Namun setelah berkeliling daerah tersebut hanya ada satu kosan kosong seharga 800 ribu sayangnya kondisi dan lokasi membuat kami kurang nyaman jika harus dihuni satu bulan, adalagi kosan Jawa Timur masih kosong dengan harga 1.5 Juta perbulan fasilitas Kasur, Lemari, AC, dan Wifi kebetulan ada dua kamar yang sedang kosong namun kosan Jawa Timur disyaratkan minimal harus tinggal selama dua bulan, padahal kita hanya Kerja Praktek selama satu bulan saja sudah di nego-nego ibunya tetap kekeuh jika tidak dapat disewakan satu bulan saja dan akhirnya kami pun menyerah serta tidak membawa hasil apa-apa.

Semangat pun tak gentar melanjutkan perjalanan kembali demi tempat tinggal satu bulan yang belum juga kami dapatkan, tanya sana sini bahkan warga sekitarpun juga bingung menyarankan kami harus kemana mencari kosan, meskipun disekitar Bandara adalah kawasan padat penduduk namun jumlah kosan yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah orang yang membutuhkan, khususnya adalah para pegawai dan karyawan yang bekerja di sekitar Bandara. Maka dari itu, jika investasi kosan dilokasi ini sepertinya bakal menjadi bisnis yang menggiurkan.  

Setelah menyusuri kosan di daerah Rawa Bokor, saya pun melanjutkan ke bagian barat Bandara yakni di sekitaran jalan M1, minusnya memilih kosan dikawasan ini jika tidak membawa kendaraan pribadi maka harus menempuh jarak yang cukup jauh ke tempat kerja sehingga harus dua kali naik angkot dan ini bakalan menjadi pemborosan biaya transportasi menurut saya, maklum tidak membawa kendaraan jadi angkutan umum yang digunakan mesti diperhatikan.

Muter-muter tibalah kita di perkampungan orang-orang Cina berhubung hari itu sedang perayaan imlek jadi, para warga menggunakan pakaian berwarna merah seluruhnya. Tanya sana-sini kami pun ditunjukkan sebuah kos-kosan yang lumayan besar tapi kosan campur alias cowok-cewek (nyampur dalam satu atap), bagi yang akan mencari kosan di sekitar Jakarta maupun Tangerang jangan kaget jika rata-rata kosan itu campuran dimana bisa dihuni oleh laki-laki maupun perempuan. Awalnya karna putus asa berfikiran ingin mengambil kosan itu saja kalo-kalo tidak ada pilihan lain harga 1.5 juta dan kamarnya luas, AC, dengan double bed. Namun kamipun masih menimbang-nimbang kembali.

 Keesokan harinya pada hari minggu 29 Januari 2017 dikarnakan kosan yang belum juga fix akhirnya memutuskan ke Tangerang lagi berangkat dari kemayoran menggunakan kereta dari stasiun Kemayoran ke Poris. Untuk pencaharian kosan yang kedua ini dibantu oleh saudara partner KP saya yang kerja di Bandara sehingga mengetahui tentang lokasi di daerah sana. Awalnya kami ditawarkan kosan kosong seharga 800 ribu dikawasan penduduk sekitar masjid Al-Huda Rawa Bokor namun, masih kurang cocok bagi kami yang nantinya bakalan tinggal berdua. Ada tawaran kosan yang kedua besar kamarnya tapi angker untung ibu kosannya jujur bahwa beberapa orang sebelum kami sering mendapat kejadian aneh-aneh percaya gak percaya sih tapi cukup membuat merinding kamarnya dipojokan karna sering kali kosong lama mungkin jadi penyebab ada makhluk lain yang berminat tinggal tanpa membayar kosan, serem juga jadinya jika satu bulan kami harus uji nyali.

Singkat cerita akhirnya kami dipertemukan pada kosan yang sekarang dimana sebentar lagi genap satu bulan kami tinggali dan kembali ke Jogja lagi. Dipertemukan dengan Ibu Sawiyah beliau adalah pemilik kosan. Setelah drama panjang diatas dan melihat-lihat kosan ibu Sawiyah kami pun sepakat untuk mengambilnya serta langsung memberi DP saat itu juga khawatir diambil orang sebab kosan tersebut baru saja dikosongkan pada malam hari sebelum kami datang, telat sehari saja mungkin sudah diambil orang pikir saya. Maklum penghuni baru sayapun kepo dengan fasilitas yang ada seperti percakapan dibawah ini.

“Bu, disini ada wifi?” tanya saya
“Wifi apaan ya neng”
*Kemudian hening…
“hehe gak jadi bu”

(Untuk penghuni berikutnya, jangan coba-coba tanyakan tentang wifi kalo gak ingin ditanya balik.)

“Bu bisa minta no HP?”
“Oiya ada, bentar ya neng ibu liat HP”
*menunggu..
“neng coba ketikin aja no HP nya di HP ibu”
“mana sini bu hpnya?, Hpnya mati bu mungkin habis bateray”
“oh bentar yak,
(ibunya nyolokin charger hp yang udah longgar, meskipun sudah dililit dayapun tak terisi-isi)”
“gini bu, kita tulis no kami dikertas aja ya”
“ibunya pun menyodorkan koran bekas gorengan”
*akhirnya drama pun berakhir

Kami kembali dua hari kemudian sekaligus membawa barang-barang

Ibu Sawiyah adalah pemilik kosan yang juga merupakan seorang ibu tangguh luar biasa bersemangat dan perhatian sangat pada kami ramahnya pun tiada tandingannya, berjualan gorengan demi membiayai dua orang putrinya dan telah ditinggal oleh suami ke rahmatullah mengharuskan beliau banting tulang lebih keras lagi seperti tiap hari harus bangun pagi kepasar membeli bahan untuk membuat gorengan yang dijajakan pada beberapa lapak. Uang Asuransi kematian suami dari pihak bandara dua tahun lalu dimanfaatkan ibu Sawiyah untuk membangun kosan tiga pintu ini disewakan seharga 700 ribu/orang naik 800 ribu jika dihuni dua orang.

Kosan tanpa nama yang berada di Jalan Kober gang masuk depan masjid Alhasaini ini menjadi tempat berteduh kami selama satu bulan. Tempatnya tidak jauh dari jalan raya, Indomart, Alfamart dan para penjual makanan, namun susah akses pada atm BRI maupun BNI berhubung di kantor disediakan fasilitas ATM lengkap jadi bukan menjadi masalah.

Ibunya agak bawel jadi pasti bakalan mudah akrab sama penghuni kosannya, bawelnya si perhatian yang baik seperti sering mengingatkan kita.

Neng ,sepatunya masukin dalam kamar aja takut basah kehujaan
Neng, nih gorengan dagangan ibu nyisa makan aja gratis
Neng, jemurannya diangkat, bentar lagi mau hujan
Neng udah makan? Kalo mau nyarap noh nasih uduk didepan
Neng, jangan lupa matiin lampu kamar ya
Neng, jangan lupa matiin keran ya
Neng, tadi jemurannya ibu pindahin karna hujan
Neng
Neng
Neng… haha

…Dan ketika sakit
Masih puyeng neng, sini ibu kerikin
Udah makan neng?
Udah minum obat?
Dan berkali kali ngetuk pintu buat ngingetin sangking perhatiannya si ibu berhubung saat itu sedang sendirian karna izin sakit tidak ngantor.

Ibunya juga pawang kecoa, bisa banget nangkep kecoa dengan tangan kosong, dan baik banget kalo diminta bantuan. Awal ngekos ada beberapa kecoa yang membuat risih tapi untung ada ibu.

ibu sering banget kami repotin, seperti
Bu ada air panas?
Bentar neng ibu masakin dkompor.

Selain ibu, tetangga disekitaran kosan juga pada friendly banget, dijamin betah deh tinggal dilingkungan seperti ini padahal awalnya berfikiran kalo orang di kota besar itu individaul serta antipati terhadap tetangga namun apa yang kita rasakan satu bulan ini mematahkan stigma tersebut.

Haloo bu, tulisan ini saya dedikasikan sebagai bentuk terima kasih kita pada ibu yang sudah perhatian banget pada kami satu bulan ini teman cerita sekaligus paling suka bikin orang ketawa, tanggal 1 maret 2017 kami sudah terbang ke Jogja lagi pukul 18,00, tulisan ini dibuat agar kamar kosan yang kami tinggali saat ini lekas ada penggantinya yang baru ya bu. Sekaligus membantu orang-orang diluar sana yang sedang mencari kosan dikawasan bandara agar tidak mengalami drama panjang pencarian kosan seperti apa yang kami rasakan sebelumnya.

Berikut ini adalah fasilitas kamar kos, sedehana si namun sudah cukup buat kami yang anak magang ini untuk tinggal sementara, jadi bagi anda yang sedang mencari kosan disekitaran bandara mungkin bisa dijadikan referensi.


Gang masuk kosan


Fasilitas Tempat Tidur
Fasilitas Lemari

Fasilitas Kamar Mandi Dalam
Fasilitas Kipas Angin
          Fasilitas  lainnya adalah Rak Sepatu, sapu dan ember. Berhubung kami hanya tinggal dikosan selama satu bulan  ibunya pun membebaskan biaya listrik dan PAM.

Alamat Kos:
Jalan  Kober (Gang Depan Masjid Jami'Alhassaini)
Rawa Bokor, Tangerang

No HP :
A.n Hapsah (anak ibu kos)
089643743874 



[Transportasi Udara]

LEBIH NYAMAN TERBANG PAKE MASKAPAI APA?


Tulisan ini sebagai bentuk refleksi rindu atas rumah yang hanya mampu saya sambangi satu taun sekali ketika liburan idul fitri tiba saja. Tidak bermaksud ingin melemahkan atau melebihkan salah satu maskapai hanya saja sebagian dari pengalaman yang mungkin dapat bermanfaat bagi pembaca, apalagi saat ini musim mudik pelajar/mahasiswa telah didepan mata setelah kurang lebih dua minggu lamanya melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil khususnya Universitas Islam Indonesia kampus islami saya tercinta. 

   Bagi kebanyakan mahasiswa dari luar Yogyakarta beberapa diantaranya menggunakan transportasi udara sebagai pilihan untuk sampai kekampung halaman selain hemat waktu juga hemat tenaga sehingga kepraktisan tersebut pun akan sebanding dengan tiket yang harus dibayarkan tapi menurut saya tak masalah asalkan sesuai dengan pelayanan yang didapatkan. Berikut adalah beberapa maskapai yang pernah saya gunakan untuk sampai ke pulau sebrang Sumatra. Merupakan opini pribadi berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkan dari beberapa maskapai penerbangan bukan berdasarkan parameter penerbangan atau asosiasi penerbangan sipil internasional semacam SkyTrax, IATA, ICAO, FAA atau apapun itu, karna saya memang orang awam untuk hal tersebut.

1. GARUDA INDONESIA


Mungkin banyak penumpang yang satu pemikiran dengan saya untuk pelayanan dan fasilitas yang disediakan sesuai dengan harga mahal yang harus kita bayarkan. Maka, wajar saja jika maskapai penerbangan Garuda Indonesia sering mendapatkan penghargaan baik nasional maupun international salah satunya “The World’s Best Cabin Crew 2016”. Kenyamanan yang saya peroleh ketika terbang menggunakan pesawat ini tidak ada yang menyamakan dengan maskapai lain, tempat duduk yang luas dan high class, tersedianya makanan ringan seperti Tango, terdapat beberapa majalah yang bisa dijadikan bahan bacaan dibelakang kursi penumpang, adanya USB dan Stop kontak disetiap kursi, tempat duduk yang dapat disesuaikan, adanya pijakan kaki, kemudian LCD TV (in-fligt entertaiment system) sehingga ketika didalam pesawat penumpang dapat melihat/memantau sudah sampai mana penerbangan ini, serta saya juga bisa memilih beberapa hiburan seperti film, musik dan lain sebagainya dari layar tersebut.

[Event 2] JAVA EDUCATION FESTIVAL (JEF) YOGYAKARTA

BIG EVENT AWAL TAHUN 2017
JAVA EDUCATION FESTIVAL (JEF) YOGYAKARTA



Setelah postingan panjang lebar sebelumnya sekarang baru akan saya perkenalkan lebih detail di postingan yang akan membahas mengenai kegiatan di hari kedua pelaksanaan JEF. Apasih JEF? Mungkin sebagian dari peserta atau bahkan penyelenggara sendiri bertanya-tanya sebenarnya JEF itu apa, bagaimana dan mengapa JEF. JEF adalah singkatan dari Java Education Festival yang dilaksanakan di kota Yogyakarta sebagai tempat kedua pelaksanaan setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Jakarta. Awal tahun dipilih sebagai eksekusi kegiatan ini yaitu pada tanggal 14-15 Januari 2017, di JEC Yogyakarta. Java Education Festival (JEF) adalah festival pendidikan tinggi, beasiswa dan budaya yang bukan hanya terbesar, tetapi juga sangat eksklusif dan strategis. Namun jangan salah sangka acara ini bukan seperti festival biasa layaknya pawai dijalanan, jelas jauh berbeda dikarnakan fokus kegiatan adalah pada dunia pendidikan sehingga hal-hal yang dtampilkan pada pameran yakni seputar Universitas negeri dan swasta, Beasiswa luar dan dalam negeri, kerajinan asli Indonesia , dan beberapa booth lain yang memberi manfaat tidak hanya untuk siswa maupun mahasiswa melainkan praktisi dunia pendidikan pun terlihat ikut antusias diantaranya.

Minggu, 15 Januari 2017  

Seperti biasa sebelum kegiatan seluruh panitia dan para koor melakukan briefing terlebih dahulu, sudah ada beberapa peserta nampak berdiri dan menunggu di tangga padahal registrasi baru akan dimulai pukul 08.00, cukup bikin terharu melihat antusias mereka ada beberapa yang menyender didinding ataupun duduk-duduk ditangga dan ketika registrasi dibuka mulailah banyak antrian. Sepertinya kejadian pada hari pertama benar-benar jadi pembelajaran sehingga pada hari kedua suhu di ruangan Expo jauh lebih baik dari sebelumnya, dan tentunya ini akan membuat para peserta dan penjaga booth pun tidak kegerahan lagi (read:AC).

Pada hari kedua ini dilaksanakan kembali talkshow secara paralel antara ruang Yudhistira A dan Yudhistira B di lantai 2, dengan mengusung tema diskusi Inspirasi dan Interaktif yakni mengenai Sosialisasi beasiswa BIDIKMISI, Dream Building to be an Inspirative Teacher / Lecture dan Kiat-kiat memilih perguruan tinggi yang baik. Cuaca pagi itu sangat dingin, ditambah lagi sedang hujan dan AC yang sangat dingin didalam ruangan malah menjadi keluhan kembali oleh peserta bahkan sampai ada peserta yang keluar dan menanyakan Mb, Maaf adakah acara yang di ruangan tidak ber AC? oh tidak ada mas seluruh kegiatan talkshow kita didalam ruangan ber AC semua dan ia pun pergi entah kemana. Dari kemarin permasalahan yang sering dikeluhkan bukan tentang acaranya melainkan tentang pendingin udaranya so proud of JEF.

Kemudian di ruangan berbeda sedang dilaksanakan talkshow yang berkaitan dengan industri dari PT Bank Mandiri, PT Sarinah, PT Permodalan Nasional Madani dan juga PT Wijaya Karya Tbk saya pun lebih tertarik masuk kedalam ruangan Yudhistira B karna lebih pada membahas tentang dunia bisnis mulai dari jatuh bangun dalam membangun usaha, legawa dan bangga ketika yang kita bantu malah lebih sukses dari kita dan lain sebagainya banyak cerita yang beliau-beliau sampaikan dari para penggiat industri tersebut.

Seminar yang ditunggu-tunggu memang selalu berada di penghujung acara yakni SEMINAR BEASISWA TINGGI, dari Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Ristekdikti RI, Beasiswa DAAD Jerman, Beasiswa Australia Awards yang boothnya selalu ramai pengunjung akhirnya baru bisa berkunjung ke booth pada hari keduanya, Beasiswa Hoshizora oleh ibu Reky Martha dan terakhir adalah Beasiswa IFI Campus France. Diruangan seminar bahkan beberapa peserta tidak mendapatkan bangku dan mereka rela berdiri diluar ruangan, ataupun duduk lesehan demi mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi dari para pembicara. Lebih mengesankannya adalah seluruh pembicara tidak ada yang diwakilkan meskipun datang dari beberapa negara, sehingga ketika translator mentransletkan tiap kalimat yang disampaikan pembicara malah mengundang gelak tawa peserta.

    Jika ada yang berfikiran bahwa event sebesar JEF ini di naungi sebuah EO besar yang berdiri sudah lama, nyatanya salah besar kegiatan ini diselenggarakan oleh yayasan Insan Mahardhika (IMF)yang baru saja terbentuk sekitar lima bulan dan saya sendiri selaku panitia tidak menyangka sekaligus bangga mendengar itu semua bisa ikut andil didalam acara sebesar ini apalagi beberapa pendiri sebagian besarnya adalah dosen kampus Universitas Islam Indonesia, JEF sendiri dilaksanakan sebagai Grand Launching yayasan tersebut. 

     Meskipun pasti tetap ada kekurangan disana sini cukup bisa terkendali dan itu adalah wajar, Appreciate for kurang lebih 86 panitia didalamnya bekerja sangat apik sehingga event tahuan seperti JEF dapat dilaksanakan secara menarik. Berikut adalah dokumentasi All Crew yang berhasil diabadikan pada hari kedua. Sukses buat kita semua dan sampai jumpa di event luar biasa berikutnya.


















  Sebagai panitia  tentunya tak ingin melewatkan beberapa pernak pernik Expo yang akhirnya dapat dibawa pulang.

















 Acara ini diliput dan mendapat apresiasi positif oleh beberapa media salah satunya adalah MetroTV .


[Event] JAVA EDUCATION FESTIVAL (JEF) YOGYAKARTA

BIG EVENT AWAL TAHUN 2017
JAVA EDUCATION FESTIVAL (JEF) YOGYAKARTA

Alhamdulillah, seluruh rangkain acara yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan sukses dan lancar meskipun sebenarnya kami sebagai panitia melaksanakan gladi kotor dan dan gladi bersih yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Januari 2017 untuk acara ini saja sangat tidak maksimal hanya 3 jam saja kami membahas acara dan kegiatan dalam dua waktu gladi tersebut selama dua hari sebelum hari H tapi ternyata saya berada diantara crew-crew luar biasa sehingga dapat menghandle acara ini dengan sangat sempurna nyaris tak ada cela yang terlihat mata belum lagi beberapa panitia dari FMIPA UII baru melaksanakan meeting empat hari sebelum hari H ditambah kita semua pada saat itu masih melaksanakan Ujian Akhir Semester pasti konsentrasipun terbagi tapi nyatanya kalian memamg istimewa.

Berikut adalah rangkaian acara yang kita laksanakan selama dua hari ini di Jogja Expo Center lantai 2 Yogyakarta.

Sabtu, 14 Januari 2017

Tujuan utama dari acara ini sendiri adalah menjadi jawaban atas pertanyaan para siswa Sekolah Menengah Atas yang masih bingung harus melanjutkan pendidikan tinggi kemana karna kita mengadakan beberapa EXPO Universitas negeri dan swasta Di Indonesia beberapa diantaranya yaitu UII, UGM, UAJ Jakarta, UMY dan lainnya serta Talkshow yang berkaitan tentang Pemetaan Bakat dan Minat dalam menentukan potensi diri (Talent Mapping) bisa menjadi sarana yang dimanfaatkan para siswa SMA untuk dapat memilih mengambil jurusan apa ketika melanjutkan studi nantinya beberapa kegiatan acara diadakan secara paralel di ruang berbeda seperti Seminar, Tes Bappenas, Talent Mapping Test dan Tes TOEFL/IELST, khusus test tersebut dilaksanakan selama dua hari. Meskipun tujuan utama siswa SMA namun yang hadir juga dari beberapa kalangan seperti mahasiswa, magister, dan beberapa karyawan juga.

Dalam Seminar dipaparkan oleh beberapa REKTOR Universitas ternama di Indonesia dimulai pada pukul 10.00 sampai dengan pukul 16.00, selanjutnya pada Akhir acara seminar ditutup oleh pembicara yang kita nantikan sedari pagi yaitu Bapak Prof.dr.Ali Ghufron Mukti, M.Sc,Ph.D yang saat ini menjabat sebagai (Dirjen Sumber Daya Iptek & Dikti, Kementerian Ristek Dikti) yang sebenarnya sempat membuat khawatir panitia dikarnakan Prof baru flight dari Bandung sekitar jam 14.40 dikarnakan masih ada acara yang harus dirampungkan sedangkan harus menjadi pembicara di acara JEF pada pukul 16.00 beragam perkiraanpun seliweran di pemikiran kami sebagai panitia takutnya pesawat yang delay, ataupun jalan yang macet menjadi hambatan Prof diperjalanan namun sepertinya campur tangan Allah SWT sehingga dapat mempermudah segalanya dan acara dapat dihandle dengan baik, Alhamdullah, semua lancar dan Prof Sendiri meskipun sudah sore dan kelelahan namun berhasil membuat seisi ruangan pecah dengan gelak tawa dari kata demi kata yang Prof Ali sampaikan, beliau mengatakan “Jika ingin cepat bergelar Profesor maka jadilah Dosen, Jika ingin terlihat tetap awet muda maka jadilah Dosen, Jika Ingin bermanfaat bagi sesama namun tetap kaya maka jadilah dosen” hal ini selaras dengan topik pembicaraan yang dibawakan oleh Prof yakni mengenai Strategi Pengembangan Karir dan Kompetensi Dosen dalam pembicaraannya Prof selalu mengingatkan untuk para dosen-dosen di Indonesia agar menulis dan mempublikasikan jurnalnya karna menurut data statistik jurnal publikasi dosen di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara Singapura dan Malaysia padahal untuk jumlah dosen dikedua negara tersebut tidak lebih banyak dari Indonesia. Meskipun ditujuakan untuk para dosen namun juga terlihat banyak mahasiswa dan bahkan pelajar SMA diantaranya yang tampak serius memperhatikan apalagi ada dari pelajar tersebut yang bercita-cita menjadi seorang dosen. 

Seharusnya hari pertama dilaksanakan seminar Beasiswa Luar dan dalam negeri karna waktu yang tidak memungkinkan dan kemoloran yang dikarnak oleh banyaknya antusias peserta yang ingin bertanya pun tidak dapat kita elakkan pada hari itu. Akhirnya, panitia memutuskan bahwa seminar beasiswa dilanjutkan pada hari kedua. Ruangan seminar menjadi sesak dan penuh oleh para peserta sedari pagi karna memang acara ini diselanggarakan secara GRATIS.

 Pada hari pertama ini dari mulai open registrasi sampai penutupan tercatat sudah lebih dari 3600 peserta padahal JEC sendiri hanya mampu menampung peserta maksimal sekitar 3000 orang saja, dan apa yang terjadi akhirnya di booth-booth expo itu suhunya panas luar biasa sampai kami sebagai panitia harus rebutan ruang udara dengan peserta lainnya karna AC diruangan tersebut tidak terasa lagi sebab membludaknya para pengunjung Expo dan Seminar. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh mba-mba penjaga expo yang merasa sangat gerah didalam ruangan, namun juga menyatakan meskipun datang jauh dari Jakarta merasa bahagia karna pengunjung Expo boothnya sangat banyak. Karna, gerahnya ruangan expo akhirnya kami berinisiatif untuk membuka pintu kaca yang menghubungkan dengan balkon lantai dua tapi ternyata tak memberi efek apa-apa sangking panasnya ruangan tersebut maafkan kami wahai peserta dan penjaga booth keluhan pada hari pertama tersebut menjadikan pembelajaran dihari keduanya agar tidak terulang kembali.

Pada hari pertama ini saya bertugas menjadi LO Speaker Bapak Rektor UAJ Jakarta yaitu Prof. Dr.Ir. Agustinus Prasetyantoko sebagi pembicara pagi pada pukul 10.00 dengan topik bahasan dalam seminar yakni mengenai Reformasi Pendidikan Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa.

Cocard-Crew-Panitia-JEF-2017

       Saya tidak menyangka ternyata bapaknya masih muda banget dan merupakan anggota tim ahli ekonomi yang sering diajak berbincang-bincang oleh Presiden Joko Widodo sudah bergelar profesor dan menjabat sebagai Rektor dari tahun 2015 lalu dengan usia beliau yang masih muda. Sebenarnya sempat resah dan gelisah menunggu balasan konfirmasi kedatangan Bapak Rektor yang tak jua mengabarkan melalui pesan yang saya kirimkan sedari pagi meskipun redaksional pesan sudah dipersiapkan dari malam harinya karna tidak sopan mengirimkan pesan pada malam hari sehingga menunggu pagi menjelang baru kemudian mengirimkan pesan pertama via WA sejam dua jam tiga jam kemudian tidak ada balasan, saya kemudian membeli pulsa ke Indo* btw kalo bukan karna akan sms bapak Rektor,  HP saya bakal berminggu-minggu tak diisi pulsa biasanya haha, tapi sayang tetap zonk juga sms tetap tak kunjung di balas. Sehingga saya pun penasaran apakah No yang saya hubungi tersebut sudah tidak aktif munculah ide untuk mencoba menelfon dan ternyata masuk namun tak diangkat (read : sad), pada saat itu saya masih mengusahakan diri berpositif thinking mungkin Prof sedang sibuk dengan urusannya. Setelah menelfon tak jua direspon. Kemudian cari cara lain yakni menuliskan nama prof di mesin pencarian google pun dilakukan dan akhirnya didapatkanlah media sosial Facebook Prof tanpa pikir panjang saya mengganti terlebih dahulu Foto Profil saya agar terlihat lebih sopan dan tidak alay (read: JAIM dalam hal ini penting) baru kemudian Add Friend Prof nya namun ternyata beberapa menit kemudian langsung dikonfirmasi, btw pada saat itu merasa Prof tak menganggap pesan WA dan SMS yang dikirimkan sedari pagi (read: kembali sedih).

  Setelah di confirm langsung saja saya copy paste redaksi pesan di WA ke Massage FB dan jeng..jeng..jeng 30 menit kemudian mendapat balasan konfirmasi yang menyatakan Prof Bisa Hadir Yeiy. Akhirnya, penantian seharian pun terbalaskan dan lebih kaget lagi Prof Sudah berada di Hotel Depan JEC pada malam pukul 21.00 tersebut sehingga meminta panitia tidak perlu menjeput ke bandara, Terima Kasih Prof.

Keesokan Harinya, saat acara akan dimulai Prof tidak ada kabar apa-apa tiba-tiba sudah ada di Booth padahal saya sudah mengirimkan pesan bahwa akan menunggu kedatangan beliau di depan JEC, untung sebelumnya sudah KEPO media sosial Prof sehingga saya kurang lebih tau wajah Prof yang akan saya LO in ternyata keberadaan Prof diantara kerumunan para pengunjung Expo Booth, langsung saja saya samperin Prof.Agus tersebut yang sedang melihat-lihat expo booth Universitasnya kemudian memperkenalkan diri “Maa Prof, Saya Linda yang hari ini bertanggung jawab menjadi LO Prof mari saya antarkan ke ruang VIP Prof”, Profnya ramah meskipun tak banyak bicara lebih tepatnya berbicara hanya untuk hal-hal yang penting saja. Karna diruangan VIP Prof Sepertinya sedang mengerjakan tugas maka saya segan untuk terlalu banyak mengajak ngobrol beliau paling Prof sesekali menanyakan jam berapa saya tampil itu saja. Kesan yang Prof berikan kepada saya selaku LO, meskipun sebagai Rektor Prof tidak menuntut akan penghormatan ataupun menghargaan dari orang-orang sekitarnya sehingga meminta pelayanan ini itu dari kami panitia. Mungkin karna tidak ingin terlalu merepotkan panitia Prof Agus sering memberi kejutan seperti tiba-tiba sudah berada di Yogyakarta malam harinya, sudah datang kelokasi acara tanpa dijemput, ataupun tiba-tiba tidak ingin diantar dan lebih memilih mencari kendaraan sendiri untuk balik kebandara. Diakhir, meskipun Prof keberatan untuk kami antarkan kebandara sehingga saya hanya mengantarkan saja sampai ke mobil jemputan depan JEC nya, tidak lupa pula saya mengajak Prof Agus untuk Foto bersama saya haha Prof pun merespon dengan wajah antusias yeiy diakhir sesi foto.

Prof   : Dikirimkan ke WA saya ya nanti (fotonya)
Saya  : Tapi WA Prof sepertinya tidak aktif jawab saya
Prof   : No WA saya tidak menggunakan no itu lagi, nanti saya               kirimkan.
Saya  : Baik Prof, *dalam hati oalah pantes gak di read2 pesan               saya sama Profnya
Prof   : Nanti saya kirimkan No Wa-nya
Saya  :  Siap, Prof

Akhirnya kami di bantu foto oleh mb Glenda staf Marketing UAJ yang bareng mengantarkan prof sampai mobil kamipun akhirnya selfie bertiga haha, saat turun tangga.

Crew-LO-SPEAKER-YOGYA-LINDA-KURNIA

(kiri) Prof. Dr.Ir. Agustinus Prasetyantoko (tengah) Saya (kanan) Mb Glenda

Prof   : Linda Jurusan apa?
Saya  : Statistika Prof
Prof   : Dimana?
Saya  : UII Prof, di UAJ ada Statistika juga gak Prof ?
Prof   : Belum ada, kalo statistika dibawah fakultas apa.
Saya  : FMIPA Prof, waa padahal peminat statistika banyak                   Prof hehe (malah saya bocorin)
Prof   : Boleh deh next time, sukses ya kuliahnya
----
Mb Glenda : Linda nanti saya bisa minta fotonya dimna?
Saya             : Saya kirimkan line saja mb
Mb Glenda : tapi saya jarang pake Line wa saja bagimana ?
Saya             : gapapa mb, nanti saya kirimkan
------END----

      Acara selesai panitia pulang hampir pukul 20.00 dari JEC dilanjutkan esok paginya berkumpul mulai pukul 06.00 lagi, kemudian saya dan dua teman saya pulang kearah jalan Kaliurang mencari makan di pinggir jalan. Btw, untuk acara sebesar ini panitia hanya mendapatkan konsumsi satu kali saja yaitu pada saat makan siang lumayan bikin sedih malam harinya perut terasa pedih dan melilit karna seharian bolak balik minum air putih dan bolak balik ke toilet pula. Saya yang meskipun tidak gemuk namun memiliki jam waktu makan sudah teratur 3 kali sehari maka ini lumayan cukup menyiksa tubuh huwaaa, untung saja pagi harinya sudah sarapan meskipun diintruksikan datang pada pukul 06.00 pagi. Tapi, dibalik itu semua terbayar oleh kesuksesan acara yang berhasil diselenggarakan. Berikut adalah dikumentasi dari para panitia yang sempat diabadikan In Frame. All Crew berasal dari lintas jurusan, fakultas, dan universitas di Yogyakarta.














Btw, tulisannya panjang banget yak ini ngeblog atau nyekripsi WHATEVER. Lanjut cerita pada hari kedua disini.














Powered by Blogger.